Laman

Kamis, 14 Februari 2013

Seminar Manajemen Pemasaran



BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang Masalah
Masyarakat dihadapkan pada berbagai pilihan dalam mengkonsumsi kebutuhannya sehari-hari. Dengan perkembangan teknologi dan informasi, perkembangan industri semakin tinggi dan kompleks. Salah satu industri yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah jenis industri makanan dan minuman. Seiring dengan munculnya pesaing-pesaing baru, persaingan diantara industri makanan dan minuman menjadi sangat ketat.
Secara keseluruhan, hasil indeks loyalitas pelanggan kategori industri makanan dan minuman menurun. Loyalitas industri makanan dan minuman tahun 2009 sebesar 72,8% lalu pada tahun 2010 turun menjadi 69,5%. Hasil tersebut diakibatkan loyalitas di dalam jenis industri makanan dan minuman sendiri mengalami penurunan, salah satunya adalah industri makanan dan minuman kategori kecap. Tahun lalu rata-rata loyalitas pelanggan industri makanan dan minuman kategori kecap sebesar 75,2%, sekarang turun menjadi 69,9%.
Gejala penurunan loyalitas pada industri makanan dan minuman kategori kecap tersebut diakibatkan perubahan situasi dan kondisi ekonomi yang berpengaruh pada harga jual. Konsumen menjadi selektif dalam menentukan keputusan pembelian merek kecap yang dipilihnya.
Kecap ABC mengalami penurunan loyalitas pelanggan dibanding tahun sebelumnya, jika pada tahun 2005 loyalitas pelanggan kecap ABC sebesar 75,2%, sekarang turun menjadi 69,9%. Turunnya loyalitas pelanggan kecap ABC mengindikasikan bahwa pembelian konsumen kecap ABC pun mengalami penurunan.
dalam kurun waktu selama 4 tahun market share kecap ABC terus menerus mengalami penurunan, pada tahun 2009 market share kecap ABC sebesar 64,4%, lalu pada tahun 2010 turun menjadi 54,7%, kemudian pada tahun 2011 turun menjadi 54,2%, dan sekarang pada tahun 2012 market share kecap ABC turun lagi menjadi 52,8%. Penurunan market share tersebut menggambarkan turunnya penjualan kecap ABC atau turunnya keputusan pembelian kecap ABC pada konsumen.
Merek terkenal dipercaya dapat menghasilkan lebih banyak uang bagi perusahaannya. Merek yang kuat adalah jalan untuk mempertahankan penjualan di atas rata-rata. Brand value (BV) Kecap ABC walaupun sempat mengalami kenaikan dari tahun 2002 hingga tahun 2003 namun menurun drastis dari tahun 2003 hingga tahun 2012. Selain itu dari sisi awareness, kecap ABC menunjukan kecenderungan menurun dari tahun ke tahun.
                Hal ini sangat berbahaya apabila kecap ABC tidak segera mengantisipasinya. Menanggapi persaingan ketat diantara produsen kecap, diduga PT Heinz ABC Indonesia selaku produsen kecap ABC, menata ulang kegiatan promosinya dalam upaya meningkatkan brand awareness dan penjualan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Kecap ABC dalam promosi adalah advertising. Untuk mengkomunikasikan diferensiasi produk baru dari kecap ABC dibutuhkan promosi berupa advertising di berbagai media. Karena bila kecap ABC melakukan diferensiasi produk baru namun tidak dapat mengkomunikasikan dengan baik kepada konsumen, maka produk baru tersebut akan sulit untuk dijual.  Oleh karena itu dibutuhkan promosi berupa advertising untuk membantu memperkenalkan produk baru kecap ABC kepada konsumen.
Penurunan anggaran advertising kecap ABC dari Rp.40,4 Milyar pada tahun 2004 menjadi Rp.13,9 Milyar pada tahun 2005 dapat pula dijadikan sebab yang mengakibatkan turunnya brand awareness dan penjualan kecap ABC.
                Bertitik tolak dari uraian-uraian tersebut maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Advertising Terhadap Pembentukan Brand Awareness Serta Dampaknya Pada Keputusan Pembelian Produk Kecap ABC Di kota Jambi.

untuk lebih lengkapnya silahkan download disini 
Download file Ms. Power Point disini 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar